ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
![]() |
| 4 Masalah Wanita Pekerja, yang Jarang Diketahui Ibu Rumah Tangga |
Beruntunglah wanita yang bisa fulltime menjadi ibu rumah tangga. Berarti suami telah mampu menafkahi dengan cukup.
Jangan sampai keberuntungan ini membuat kita merasa
layak memandang rendah para wanita pekerja entah dengan alasan atau pola
pikir apapun.
Juga, jangan sampai keberuntungan ini tidak kita syukuri
dan malahan kita merasa iri dengan para wanita pekerja yang
kelihatannya lebih asyik bisa pegang uang sendiri. Karena faktanya, ada
banyak masalah yang dihadapi para wanita pekerja yang mungkin tak
diketahui oleh para ibu rumah tangga:
1. Persaingan di tempat kerja
Kalau di antara tetangga saja ada persaingan, yaa
bersaing beli peralatan masak baru, bersaing renovasi rumah, dll.
Apalagi persaingan di tempat kerja yang lebih ‘gila’.
Ada yang harus sikut-sikutan, dicurangi, atau bahkan
terpaksa menjilat hanya untuk mendapat haknya. Karena memang dunia kerja
cukup keras.
2. Perjuangan berjejalan di transportasi umum
Ibu rumah tangga memang lelah karena kerja 24 jam
sehari. Tapi berysukur tidak perlu berjejalan di transportasi umum tiap
pagi dan sore, baik di bis, busway maupun kereta.
Mungkin ada yang nyinyir… “Sudah tahu begitu, yaa nggak usah kerja dong!”
Kalau kita tidak ikut menyumbang untuk menafkahi
keperluan dapurnya, atau untuk membayar biaya pengobatan orangtuanya
yang sudah sepuh, rasanya kita tak berhak untuk nyinyir deh. Setiap
orang punya masalahnya masing-masing yang tidak bisa kita judge begitu
saja.
Lagipula kalau tidak ada para wanita pekerja, apakah ibu
rumah tangga mau melahirkan ditangani bidan pria, dokter pria, karena
segala bidang pekerjaan didominasi kaum pria?
Jadi bersyukurlah untuk setiap nikmat perbedaan yang Allah beri.
3. Dilema ketika anak sakit
Jangankan ketika anak sakit, pas anak sehat normal saja
para wanita pekerja perlu bersikap tega meninggalkan anaknya di bawah
pengasuhan orang lain, entah neneknya sendiri, tetangga, ataupun
pengasuh anak.
Apalagi ketika anak sakit, dilema untuk tetap tinggal di
rumah merawat anak atau tetap bekerja menuntaskan berbagai amanah
menjadi permasalahan yang pasti menghantui para wanita pekerja.
4. Menjelang dan usai persalinan
Satu lagi yang menjadi masalah bagi wanita pekerja
adalah menjelang persalinan dan juga setelahnya. Cuti 3 bulan rasanya
tidak cukup untuk beradaptasi dengan si buah hati yang baru terlahir.
Menyiapkan asi perah, membiasakan anak tanpa gendongan
ibundanya, wuih… masa yang berat untuk seorang wanita pekerja. Rata-rata
akan memutuskan resign dari pekerjaan begitu terbentur permasalahan
ini. Dan keputusan resign itu pun pasti membawa konsekuensi lainnya
untuk sang wanita pekerja, terutama jika memang suaminya tidak
bertanggungjawab soal nafkah.
Setidaknya 4 masalah tersebut pasti pernah dihadapi
wanita pekerja, akan tetapi semoga kontribusi untuk masyarakat yang
diberikan oleh para wanita pekerja ini bisa berbuah pahala. []
sumber : islam pos
gambar : sabrinazhafiraa.com

0 Response to "4 Masalah Wanita Pekerja, yang Jarang Diketahui Ibu Rumah Tangga"
Post a Comment