ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Dalam kehidupan sehari-hari tentu Anda pernah melihat
seseorang melakukan beberapa pekerjaan namun dalam satu waktu. Hal itu
sungguh ribet terlihat bukan, disatu sisi kita harus fokus pada
pekerjaan yang satu, namun disisi lain kita juga mengerjakan pekerjaan
lain. Bukankah ini menjadikan otak sulit untuk berpikir dan emosi pun
akan memuncak akibat dari kegiatan tersebut.
Multitasking yang Anda lakukan saat weekend semisal: sambil
berbicara di hp, tangan Anda sibuk memencet keyboard laptop
menyelesaikan laporan kantor, sambil menyuapi si kecil makan siang. Atau
di pagi hari, merapikan meja makan sambil membuat teh manis dan
memanaskan lauk. Atau saat di kantor, membuat outline tugas mingguan
sambil mengedit rancangan budget departemen, sekaligus membaca email
masuk.
Perempuan,
acap berbangga hati karena mampu melakukan lebih dari satu pekerjaan
dalam satu waktu. Berbeda dengan laki-laki yang dianggap hanya bisa
mengerjakan satu pekerjaan dalam satu waktu.
Sebuah penelitian terkini Universitas Stanford menyebutkan bahwa
kemampuan multitasking justru dapat merusak otak dan merusak kinerja
manusia. Ketika mengerjakan beberapa tugas dalam satu waktu, Anda
merusak area otak yang sangat penting.
Sebenarnya, saat multitasking adalah saat kurang produktif
dibandingkan mengerjakan satu tugas dalam satu waktu. Dengan
multitasking, Anda hanya mengerjakan. Tanpa bisa memperhatikan,
menajamkan pikiran dan ingatan, mengevaluasi, dan menuntaskan tugas
sebelum beralih ke tugas lain. Sebabnya tak lain karena konsentrasi Anda
terpecah.
Jadi,
tak perlu bangga bisa menjadi pribadi multitasking. Jika dilakukan
terus-menerus, akan makin sulit mengatur pikiran kita untuk mengatur hal
penting dan tidak penting, makin sulit menyelesaikan tugas dan mulai
mengerjakan yang lain.
Otak manusia sejatinya hanya bisa fokus pada satu hal dalam satu
waktu. Karena itu, memaksakan multitasking dapat melemahkan IQ bahkan
menurunkan kemampuan berempati dan manajemen emosi. Kondisi itu dapat
terjadi setelah Anda sulit berkonsentrasi, mengorganisasikan tugas, dan
memperhatikan detail. []
sumber : muslimah
gambar : sangkabar.blogspot.com

0 Response to "Kebiasaan Mutlitasking Ternyata Merusak Otak, Benarkah?"
Post a Comment