ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
![]() |
| Berkata Tidak Pada Anak, Bolehkah ? |
Dalam mendidik buah hati, setiap orangtua memiliki tips dan trik
tersendiri. Beberapa orangtua ada yang mengikuti gaya parenting yang
telah diterapkan oleh orangtuanya ketika membesarkannya dahulu, beberapa
orangtua lainnya ada juga yang mengikuti gaya parenting yang
dikemukakan oleh banyak pakar parenting yang semakin berkembang setiap
tahunnya.
Seperti pada tahun 2014, Bea Marshall mengemukakan gaya parenting
yang ia namakan ‘Yes Parenting’ yang kemudian memunculkan banyak
kontroversi di kalangan para orangtua.
Yes Parenting merupakan gaya parenting yang membiarkan anak untuk
membuat pilihannya sendiri. Seperti misalnya Bea yang tidak melarang
anaknya untuk makan permen sebelum tidur atau tidur larut malam. Pada
awalnya, Yes Parenting ini diciptakan untuk menghindari konflik yang
sering terjadi antara anak dan orangtua, karena seringkali anak merasa
terkekang dengan larangan-larangan dari orangtuanya.
Namun, Yes Parenting ini sempat memunculkan kontroversi karena
dianggap akan menyebabkan anak menjadi tidak disiplin dan cenderung
menjadi anak yang ‘liar’ nantinya. Lantas, apakah boleh, sebagai
orangtua, memberikan batasan dan larangan atau berkata tidak kepada si
buah hati?
Dr.Joan Simeo Munson, psikolog konseling lulusan Universitas Denver,
Amerika Serikat, beranggapan bahwa kata ‘tidak’ sudah seharusnya
terdapat pada kamus setiap orangtua.
Munson, dilansir dari empoweringparents.com, berpendapat bahwa sejak
awal, anak membutuhkan orangtua untuk memberikan keamanan dari
lingkungan sekitarnya.
Banyak orangtua yang tidak percaya bahwa ketika anak berlaku yang
tidak seharusnya, sesungguhnya ia ingin orangtua untuk berkata ‘tidak’,
untuk menghentikan mereka dari berlaku yang tidak seharusnya.
Menurut Munson, ketika Anda mengatakan ‘tidak’ kepada anak yang ingin
melakukan sesuatu yang tidak patut untuk dilakukan, sesungguhnya Anda
menunjukan rasa sayang dan ingin menghindari anak dari rasa tidak aman
yang akan timbul dari perilaku yang tidak sepatutnya tersebut.
Namun berkata tidak pada anak merupakan hal yang sulit. Melihat anak
yang sedih ketika permintaannya tidak dituruti tentunya akan membuat
orangtua merasa bersalah. Oleh karena itu Pam Myers, seorang guru untuk
pendidikan khusus, memiliki tipsnya.
1.Berikan Penjelasan
Tidak cukup hanya berkata tidak, ketika orangtua melarang anak akan
sesuatu, selalu jelaskan penyebab Anda melarangnya. Seperti ketika
melarang tidur larut malam, jelaskan alasan Anda tidak
memperbolehkannya.
2.Berikan alternatif
Ketika Anda melarang anak untuk makan permen, pastikan Anda memiliki
alternatif makanan lainnya yang bisa ia makan. Seperti misalnya,
daripada makan permen, akan lebih sehat bagi anak untuk makan
buah-buahan yang tak kalah manis dari permen.
3.Hindari menggunakan nada yang tinggi dan keras
Ketika berkata tidak, ucapkan kata tersebut dengan nada yang tenang.
Jurnal child development mengungkapkan bahwa berteriak pada anak sama
buruknya dengan hukuman fisik, dan dapat mengakibatkan masalah
perkembangan emosional pada anak
sumber : http://muslimahdaily.com/lifestyle/parenting/item/961-berkata-tidak-pada-anak-boleh-atau-tidak.html
gambar : youtube.com

0 Response to "Berkata Tidak Pada Anak, Bolehkah ? "
Post a Comment