ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Surga sangat erat kaitannya dengan wanita apalagi wanita
tersebut telah menjadi ibu, disebutkan bahwa “Surga ada di bawah telapak
kaki ibu.” Ini dapat didefinisikan bahwa ridha Allah itu ada pada
ridhanya ibu, yang jelas hal itu menghantarkannya pada Surga. Namun,
Neraka pun sama halnya selalu dieratkan dengan wanita. Bahkan, ada hadis
yang mengatakan bahwa “mayoritas penghuni Neraka ialah wanita.”
Pada suatu ketika, Asma binti Yazid Ashari mendatangi Rasulullah saw
dan bertanya, “Ya Rasulullah, ayah dan ibuku kukorbankan untukmu dan
aku datang sebagai utusan kaum wanita. Engkau adalah utusan Allah bagi
kaum laki-laki dan perempuan dan kami telah beriman pada Allah dan
kepadamu.”
Namun
para wanita, lanjut Asma, selalu tinggal di rumah, dibatasi
hijab-hijab, sibuk berkhidmat pada suami, serta mengandung anak.
Sementara para lelaki bisa melakukan amalan yang memborong pahala.
Mereka bisa shalat berjamaah 5 waktu di masjid, shalat Jumat, menjenguk
orang sakit, menyertai jenazah, pergi haji, dan yang paling utama,
berjihad fi sabilillah.
“Jika mereka sedang haji, umrah, dan berjihad, kamilah yang menjaga
harta di rumah, menjahitkan baju, dan memelihara anak-anak mereka. Maka
apakah kami bisa mendapat pahala yang sama dengan mereka?”
Rasulullah lalu berpaling pada para sahabat dan bertanya, “Pernahkah
kalian mendengar pertanyaan yang lebih baik dari pertanyaan wanita
ini?”
Para sahabat menjawab, “Kami bahkan tidak menduga kalau para wanita akan menanyakan hal itu.”
Kemudian beliau berpaling kembali pada Asma dan bersabda, ”Dengarkan dan perhatikan dengan saksama lalu sampaikan pada para wanita yang mengirimmu ke sini. Apabila seorang istri selalu berbuat baik pada suaminya dan membahagiakannya, maka kalian akan mendapat pahala yang sama dengan suami kalian.”
Kemudian beliau berpaling kembali pada Asma dan bersabda, ”Dengarkan dan perhatikan dengan saksama lalu sampaikan pada para wanita yang mengirimmu ke sini. Apabila seorang istri selalu berbuat baik pada suaminya dan membahagiakannya, maka kalian akan mendapat pahala yang sama dengan suami kalian.”
Ikhlas dan Ridha, Pembuka Pintu Surga
Kisah di atas dinukil dari kitab Usudul Ghabah fi Ma’rifatus Sahabah
karangan Ibnu Atsir. Hadits ini menggambarkan pentingnya peran istri dan
ibu. Tanpa adanya mereka yang ikhlas mengurus rumah dan membersamai
putra putri tercinta, para suami tak akan tenang bekerja dan beribadah.
Pantaslah kiranya jika Allah menjanjikan pahala yang setara dengan
amalan para suami, bahkan juga ganjaran tertinggi yang diberikan pada
mereka yang berjihad, yakni surga-Nya.
Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Apabila
seorang istri menjaga shalat 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan,
menjaga kehormatan, dan taat pada suaminya, maka ketika di akhirat
dikatakan kepadanya: “Masuklah kamu ke dalam surga dari pintu mana saja
yang kamu sukai’,” (HR Ahmad).
Hadits yang lain menguatkan pentingnya ridha suami; Nabi Muhammad
saw berkata: “Siapa saja perempuan yang meninggal dunia dalam keadaan
suami ridha padanya, maka dia akan masuk surga,” (HR At-Tirmidzi).
Pahala Hamil, Melahirkan, dan Menyusui
Selama ini, tanpa sadar, kita sering menganggap hamil, melahirkan,
dan menyusui adalah proses alamiah yang akan terjadi ketika perempuan
menikah. Sehingga banyak perempuan yang terkesan mengabaikan sisi
spiritualitas dan hanya berfokus pada penjagaan aspek kesehatan saat
melalui momen-momen tersebut. Padahal, Islam memberikan posisi khusus
pada para ibu yang mendapat amanah tersebut. Sebagaimana termaktub dalam
Surat Luqman ayat 14, “Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk
berbuat baik kepada kedua orangtuanya; ibunya telah mengandungnya dalam
keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.
Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kalian
kembali.”
Begitu besar keutamaan para ibu yang hamil dan menyusui hingga Allah
secara istimewa menyebut proses ini dalam Al-Qur’an beberapa kali.
Seperti dalam Surat Al-Ahqaf ayat 15 dan Surat Al-Baqarah ayat 233.
Kedua ayat ini berisi anjuran berbuat baik pada ibu karena besarnya
keutamaan mereka yang telah melalui kehamilan dengan susah payah,
mempertaruhkan nyawa ketika melahirkan, dan memberikan saripati tubuhnya
dalam bentuk air susu.
Dalam sebuah hadits, Abu Hurairah ra menyebutkan bahwa ada seorang
sahabat yang menghadap Rasulullah saw dan bertanya, “Ya Rasulullah,
siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah,
“Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya
lagi, “Lalu siapa?”Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?”
Jawabnya, “Ayahmu,” (Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah).
Ibnu Al-Baththal, penulis kitab Syarh Sahih Bukhari menyatakan,
berdasar hadits ini ibu memiliki tiga kali hak yang lebih besar dari
ayah karena kerepotan yang mereka alami, yakni selama hamil, melahirkan,
dan menyusui. Dalam hadits yang lain juga disebutkan, “Dan wanita yang
meninggal dunia karena melahirkan itu syahid,” (HR. Abu Daud, 3111,
dishahihkan oleh An-Nawawi di Syarh Muslim, 13/62).
Bersabar dalam Mendidik Anak
Pintu lain yang bisa mengantarkan seorang ibu mengetuk surga-Nya
adalah dengan kesabaran mendidik anak. “Dr Yusuf Qaradhawi mengatakan
bahwa sabar merupakan induk seluruh akhlak mulia. Oleh sebab
itu,kesabaran harus diupayakan,” pesan Amirotun Nafisah, pengajar
Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Al Hikmah, Jakarta.
Ketika menjalankan peran sebagai Ibu, kesabaran akan teruji. Entah
karena beratnya dalam proses mengandung, anak-anak yang sakit sehingga
sang ibu harus terjaga sepanjang malam, hingga tingkah polah si kecil
yang seringkali memancing emosi. Kunci bersabar, kata ustadzah yang
biasa dipanggil Amiroh ini, dengan menanamkan keyakinan bahwa mereka
yang sabar akan memiliki posisi mulia di sisi Allah.
Keutamaan lain yang dijanjikan Allah pada orangtua yang sabar
termuat dalam hadits berikut: Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudian
dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan
menjadi penghalang dari siksa api neraka,” (HR Muslim).[]
Sumber: Ummi Online
gambar : yaniasyaisyah.com

0 Response to "Inilah Surga untuk Para Wanita"
Post a Comment