ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Mengerem hasrat belanja memang enggak gampang.
Untuk itu, Ivy Widjaja melakukan 60 Days No Shopping bersama tiga teman
sekantornya.
Head of Customer Segmentation & Marketing PermataBank ini melakoni tantangan 60 hari tanpa belanja tersebut sepanjang November hingga Desember 2015.
Ivy dan kawan-kawannya lalu membuat grup percakapan di WhatsApp (WA),
dengan aturan main: hanya boleh berbelanja yang sifatnya kebutuhan,
seperti keperluan anak, sehari-hari, dan bahan pokok. “Di luar kebutuhan
itu, kalau mau beli apa-apa harus ngomong dulu ke grup WA,” ungkap dia.
Jelas, bukan pekerjaan gampang melakukan 60 Days No Shopping. Dua
minggu pertama, Ivy mengaku sangat berat menjalani tantangan itu
Maklum, perempuan punya gengsi yang tinggi, makanya doyan berbelanja
yang berkaitan dengan gaya hidup. “Ketika itu saya mau marah, kenapa
beli lipstik saja saja, misalnya, enggak boleh. Saya kesal,” ujarnya.
Tapi, berkat saling mendukung satu sama lain, Ivy bisa melewati
tantangan selama dua bulan itu. Hasilnya, ia banyak melakukan
penghematan.
Yang nyata bisa diukur adalah tagihan kredit kreditnya terpangkas
hingga 50%. Hasil lain: mengerem keinginan belanja jadi kebiasaannya
hingga kini
Ya, gaya hidup memang bisa membuat pengeluaran boros. Ini termasuk
pengeluaran-pengeluaran kecil untuk hal-hal yang sebenarnya tidak
terlalu dibutuhkan tapi dilakukan berulang kali.
Pengeluaran semacam ini dikenal juga dengan sebutan Latte Factor.
Contohnya, membeli kopi di gerai coffee shop setiap hari, beli aksesori
baru setiap bulan.
Bahkan, Latte Factor juga hadir tanpa sadar di rekening bank berupa
biaya-biaya dari berbagai transaksi perbankan. Padahal, ketika
dihitung-hitung, pengeluaran Latte Factor per bulan cukup besar, lo.
Jadi kebiasaan
Data PermataBank yang dirilis Selasa (31/1) lalu berbarengan dengan
peluncuran ulang Gerakan #SayangUangnya, menunjukkan, 9 dari 10 orang
mengeluarkan lebih dari Rp900.000 per bulan untuk Latte Factor.
Ini sejalan dengan hasil survei Kadence International Indonesia bertajuk Share of Wallet.
Survei ini menyebutkan, masyarakat kita rata-rata hanya menabung 8%
dari pendapatan. Sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
termasuk Latte Factor.
PermataBank menemukan, hal yang paling sulit dikontrol oleh konsumen
saat ini adalah mengatur pengeluaran yang kecil-kecil namun sering
dilakukan.
“Masalah konsumerisme yang dihadapi oleh masyarakat sekarang bukanlah
karena uang itu sendiri. Melainkan, lantaran kurangnya pengertian
tentang pengelolaan uang,” kata Bianto Surodjo, Direktur Retail Banking PermataBank.
Menekan Latte Factor salah satunya bisa dengan melakukan tantangan
tidak berbelanja. Tapi, setelah berhasil menjalani tantangan itu, Anda
harus menjadikannya sebagai kebiasaan di hari-hari berikutnya.
“Kalau tidak jadi kebiasaan yang seterusnya, itu, kan, cuma menahan
habit sementara saja,” ucap Tejasari, Perencana Keuangan Tatadana
Consulting.
Ini sama dengan melakukan program diet makanan. Kalau sudah enggak
diet lagi kemudian makannya jadi banyak, maka program itu jadi sia-sia.
Oleh karena itu, Tejasari mengatakan, sebelum melakukan tantangan
tidak berbelanja, Anda mesti memahami dulu tujuan sebenarnya dari
kegiatan itu. Sejatinya, tujuan dari tantangan ini adalah menjadikan
kebiasaan tidak berbelanja menjadi habit Anda seterusnya.
“Kalau tidak, setelah tantangan tidak berbelanja selesai, jadi gelap mata kalau tidak paham tujuannya,” imbuh dia.
Betul. Budi Raharjo, Perencana Keuangan Oneshildt Personal Financial
Planning, menegaskan, tantangan tidak berbelanja punya dampak positif
jika ke depan kebiasaan ini juga menjadi karakter Anda. “Ini mendukung
habit, Anda jadi punya kemampuan menahan konsumsi,” kata Budi.
Menurut Tejasari, melakukan tantangan tidak berbelanja semakin bagus
lagi jika uang yang berhasil Anda hemat digunakan untuk tabungan atau
investasi. “Sudah irit, ada hasil dari hemat belanja,” ujar Tejasari.
Uangnya bisa dipakai untuk membeli emas atawa reksadana.
Nah, agar Anda bisa sukses melakoni tantangan tidak berbelanja, simak tipsnya di halaman "2"!
Sumber :
["kontan.co.id"]/http://intisari.grid.id/Finance/Masih-Suka-Boros-Dan-Berutang-Coba-Tantangan-60-Hari-Tanpa-Jajan-Ini
Gambar : moslemmuslimahshop.blogspot.com

0 Response to "Masih Suka Boros dan Berutang? Coba Tantangan 60 Hari Tanpa ‘Jajan’ Ini"
Post a Comment