ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Perempuan memang memiliki perasaan yang sangat halus. Hal
tersebut memudahkannya untuk terbawa arus perasaan (Baper). Hal tersebut
berlangsung ketika belum menikah, bahkan setelah menikah pun banyak
perempuan yang kadar bapernya makin bertambah.
Setelah menikah tentu setiap perempuan ingin membahagiakan suaminya.
Namun, bagaimana kiranya jika istri memiliki perasaan tidak bisa
membahagiakan suaminya? Bukankah perasaan seperti ini sangat menyiksa
dan membuat sedih.
Berikut ini tips untuk mengatasi rasa takut dan khawatir karena tidak bisa membahagiakan suami:
1. Tanyakan pada suami hal-hal apa saja yang ia suka dan yang ia tidak suka.
Tugas kita hanyalah melakukan yang suami suka dan menjauhi hal yang suami tidak sukai.
Terkadang kita selaku perempuan berlagak ‘sok tahu’ menganggap diri
sendiri sudah melakukan yang terbaik, padahal terbaik versi kita bisa
jadi berbeda dengan terbaik versi suami.
Maka, berusahalah melakukan hal yang terbaik versi suami, bukan versi diri kita sendiri
2. Pahamilah bahwa yang bertanggungjawab terhadap kebahagiaan seseorang adalah orang itu sendiri.
Tidak ada seorang pun yang bisa membahagiakan diri Anda jika Anda
tidak mengizinkan hati sendiri untuk merasa bahagia. Sama juga, kalau
suami kita tidak bahagia, jangan serta-merta menyalahkan diri kita
selaku istri.
Introspeksi diri sih harus, tapi tidak perlu menuntut diri kita
untuk membahagiakan orang lain, karena kebahagiaan itu tanggungjawab
masing-masing.
Kita takkan pernah bisa memuaskan orang yang memang tidak pandai
bersyukur. Jika suami selalu saja merasa kurang, selalu saja mengeluh,
selalu saja menuntut hal yang lebih baik, kalau itu yang dilakukan
suami, sangat mungkin masalahnya ada pada diri suami.
3. Merelakan suami melakukan poligami?
Poligami bukanlah hal yang diharamkan dalam Islam, jika istri memang
senantiasa merasa tidak mampu membahagiakan suami, istri bisa
menganjurkan suami untuk melakukan poligami, meskipun hal ini belum
tentu menjadi solusi.
4. Ingatlah, kebahagiaan rumah tangga biasanya tergantung kebahagiaan istri
Seorang istri yang bahagia bisa menularkan kebahagiaan pada suami,
pada anak-anak, dan pada sekitarnya. Jika kita melihat suami tidak
bahagia, jangan-jangan karena diri kita sendiri sedang tidak bahagia?
Berbahagialah dan kebahagiaanmu serta kepercayaan dirimu akan membuat
pasanganmu ikut terpengaruh.
Sumber: UmmiOnline dan kartun.co

0 Response to "Ketika Muslimah Khawatir Tak Bahagiakan Suami"
Post a Comment