ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban anak yang harus
dipenuhi oleh seorang anak. Salah satu fenomena hari ini anak cenderung
banyak menentang orang tuanya, hingga banyak anak yang terlantar karena
tidak menerima ridho dari orang tua. Begitulah zaman yang mengubah
hebatnya perilku anak terhadap orang tua, dan bahkan mereka hingga
memusuhi orang tuanya karena tidak memenuhi keinginan anak.
Ironis memang ketika sang anak banyak memeras dan menghardik orang
tuanya. Oleh karena itu sebagai anak seorang muslim, apakah yang kita
lakukan atau katakan terhadap orang tua kita sudah sesuai dengan apa
yang diajarkan oleh Rasulullah. Berikut perilaku-perilaku yang harus
dihindari dan harus diperbaiki perilaku kita terhadap setiap orang tua
yang kita temui:
- Berbicara dengan kata-kata kasar.
- Membuang muka
- Duduk mendahului orang tua
- Menghardik
- Berkacak pinggang di depan orang tua
- Membelakangi
- Merendahkan
- Memaki
- Mengingkari nasab (garis keturunan)
- Mengubah wasiat orang tua
- Mengenyampingkan kepentingan orang tua.
- Mengambil Harta orang tua tanpa hak
- Menghina agama orang tua
- Tidak mau mengurus orang tua yang telah lanjut usia
- Melawan perintahnya
- Pergi berjihad tanpa izin orang tua
- Mendendam
- Memasuki kamar pribadi orang tua pada 3 waktu terlarang tanpa izin
- Membiarkan orang tua menjadi budak
- Membunuh
Nah, itulah contoh perilaku anak yang durhaka pada orang tuanya,
perlu diketahui bahwa perilaku ini merupakan perilaku yang dapat
menghampiri dosa besar. Imam Bukhari meriwayatkan dalam Kitabul Adab
dari jalan Abi Bakrah Radhiyallahu ’anhu, telah bersabda Rasulullah
Shallallahu ’alaihi wa sallam. “Sukakah saya beritahukan kepadamu
sebesar-besar dosa yang paling besar, tiga kali (beliau ulangi). Sahabat
berkata, ’Baiklah, ya Rasulullah’, bersabda Nabi. “Menyekutukan Allah,
dan durhaka kepada kedua orang tua, serta camkanlah, dan saksi palsu dan
perkataan bohong”. Maka Nabi selalu megulangi, “Dan persaksian palsu”,
sehingga kami berkata, “semoga Nabi diam,” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadits di atas dapat diketahui bahwa dosa besar yang paling
besar setelah syirik adalah uququl walidain (durhaka kepda kedua orang
tua). Dalam riwayat lain Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda
bahwa di antara dosa-dosa besar yaitu menyekutukan Allah, durhaka kepada
kedua orang tua, membunuh diri, dan sumpah palsu (HR. Bukhari)
Kemudian di antara dosa-dosa besar yang paling besar adalah seorang melaknat kedua orang tuanya (HR. Imam Bukhari)
Dari Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi Shallallahu
’alaihi wa sallam bersabda. “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu,
durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan minta yang bukan haknya, dan
membunuh anak hidup-hidup, dan Allah membenci padamu banyak bicara, dan
banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan
kekayaan),” (HR. Bukhari)
Hadits ini adalah salah satu hadits yang melarang seorang anak
berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya. Seorang anak yang berbuat
durhaka berarti dia tidak masuk surga dengan sebab durhaka kepada kedua
orang tuanya.
Semuanya itu termasuk bentuk-bentuk kedurhakaan kepada kedua orang
tua. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dan membedakan dalam
berkata dan berbuat kepada kedua orang tua dengan kepada orang lain.
Karena akibat dari durhaka kepada kedua orang tua akan dirasakan di
dunia. Maka dari itu Keridlaan orang tua harus kita dahulukan dari pada
keridlaan istri dan anak. Karena Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam
mengatakan anak yang durhaka akan diadzab di dunia dan di akhirat serta
tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.
Dapat kita lihat bahwa orang yang durhaka kepada orang tuanya
hidupnya tidak berkah dan selalu mengalami berbagai macam kesulitan.
Kalaupun orang tersebut kaya maka kekayaannya tidak akan menjadikannya
bahagia. []
Sumber: Kitab Birrul Walidain, Edisi Indonesia Berbakti Kepada
Kedua Orang Tua, dan Drs. M. Thalib yang berjudul ” 20 Perilaku Durhaka
Anak terhadap Orangtua” dan islampos.
Gambar : abcnewsco.net

0 Response to "Hati-hati, Ini Perilaku Durhaka Anak pada Orangtua"
Post a Comment