ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
![]() |
| Umi, Coba Cara Ini agar Anak Patuh Tanpa Bentakan |
Umi, setiap orangtua tentu memiliki cara yang berbeda dalam
berkomunikasi dengan anak mereka. Cara yang kita lakukan dalam
berkomunikasi dengan anak ini, akan memengaruhi cara si anak dalam
mendengar dan menuruti kata-kata kita.
Agar anak menjadi seorang yang penurut, sebaiknya hindari bentakan
saat berbicara pada anak. Meski sulit, kita tetap perlu mengendalikan
diri saat berkomunikasi dengan anak. Lalu, bagaimana cara agar anak
kita menjadi penurut tanpa bentakan? Berikut sejumlah tips sederhananya,
1 . Sebutkan namanya dengan nada positif
Pikiran anak-anak sering tidak fokus. Banyak hal yang bisa
dipikirkan, mulai dari soal teman-temannya, sekolah, dan hal-hal
lainnya. Untuk mendapatkan perhatian anak, sebutkan dan panggil namanya
dengan nada positif dan biasa. Akan butuh waktu beberapa saat sampai
Umi bisa mendapat perhatian anak sepenuhnya. Di sini Umi memang harus
bisa benar-benar bersabar. Saat perhatian anak sudah Umi dapatkan, baru
Umi sampaikan pesan yang ingin Umi berikan pada anak.
2 . Gunakan bahasa yang positif
Sebisa
mungkin hindari penggunaan kata jangan,tidak boleh, dan sejenisnya.
Agar anak merasa percaya diri dan nyaman, Umi perlu menggunakan
kata-kata yang positif. Jelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh
anak. Misalnya, “Tolong bawa piring-piring kotor ini ke bak cucian, ya.
Terima kasih.” Hindari menggunakan kata atau nama panggilan yang membuat
anak tak nyaman.
3 . Lakukan kontak mata
Dekati
anak, usahakan posisi sejajar dengannya (Umi bisa menunduk atau
berjongkok), lalu tatap matanya. Tapi jangan terlalu terlihat mengancam.
Cara ini untuk memastikan Umi menaruh perhatian sepenuhnya saat
berkomunikasi dengan anak. Anak-anak pun akan lebih nyaman saat orang
tua yang mengajaknya bicara berada dekat dengannya.
4 . Bersikap Asertif
Asertivitas merupakan suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa
yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun
dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain.
Ketika Umi berkomunikasi dengan anak, Umi perlu bersikap asertif.
Gunakan kalimat dan nada yang jelas, positif, dan padat. Sebagai contoh,
“Setelah selesai membereskan mainan, Adik boleh nonton TV atau main di
luar.” Jelaskan pada anak soal apa yang harus mereka lakukan, apa alasan
mereka, dan bagaimana mereka bisa menyelesaikannya.
Satu lagi yang harus Umi perhatikan saat berkomunikasi dengan anak
adalah perasaan atau mood yang sedang ia rasa. Di sini Umi memang harus
lebih peka dan hati-hati. Apakah anak sedang lelah, marah, kecewa,
cemas, atau mengkhawatirkan sesuatu, perhatikan raut wajahnya. Sebisa
mungkin jangan menghakimi anak. Posisikan diri Umi sebagai orang tua
yang akan membantu mereka mengatasi masalahnya. Sehingga komunikasi bisa
lebih diterima.
Cara berkomunikasi dengan anak memang perlu teknik dan metode
khusus. Semoga cara yang Umi pilih saat ini bisa memberi dampak positif
bagi tumbuh kembangnya. Aamiin.
sumber: vemale.com
Gambar : blog pinturamariaries

0 Response to "Umi, Coba Cara Ini agar Anak Patuh Tanpa Bentakan"
Post a Comment