ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Percakapan yang sering terjadi antar orang tua adalah
mengenai anak-anaknya. “Anak saya masuk Univ favorit loh.”; “Anak saya
sudah bisa membaca, padahal masih 3 tahun.”; “Anak saya juara lomba
lari.” , dan masih banyak lagi percakapan yang ditujukan untuk
membanggakan anaknya.
Hal itu tidak menjadi masalah jika memang tidak diniatkan untuk
berbuat sombong. Namun tak jarang perilaku tersebut menimbulkan hasad di
hati orang lain. Terlebih lagi bila tanpa sengaja orang tua yang
membanggakan anak tersebut justru membandingkan anaknya dengan anak
lawan bicaranya.
Ada
beberapa kemudharatan yang dapat timbul dari perilaku membanggakan
anak, sebagaimana dituliskan Miyosi Ariefiansyah. Kemudharatan tersebut
diantaranya adalah:
1. Menimbulkan rasa iri dari orang yang mendengarnya meskipun itu hanya dalam hati
Ada banyak cara untuk menginspirasi orang lain yang tidak terkesan
pamer. Orang lain justru akan muak jika kita selalu bercerita “kalau
anakku … kalau anakku …” Kapan kita bertanya tentang anak orang lain
kalau begitu? Bukankah dunia ini isinya tidak hanya kita saja? Seperti
misalnya, daripada selalu bercerita anak kita rangking satu dan masuk
sebagai siswa berprestasi akan lebih baik jika langsung buka les-lesan
gratis bagi anak-anak sekitar rumah yang kurang beruntung.
2. Justru menjadi beban untuk diri kita sendiri
Tidak selamanya anak kita berada pada posisi puncak, ada kalanya mungkin
di tengah atau di bawah. Jatuh bangun memang biasa di dunia ini. Tapi
hal tersebut akan menjadi tidak biasa bagi yang suka pamer karena ia
akan terus berusaha mempertahankan posisi teratas entah dengan cara apa
saja agar tidak jadi bahan olokan.
3. Di atas langit masih ada langit
Seperti kata pepatah, “di atas langit masih ada langit,” Jangan
biarkan anak kita menjadi sombong karena kebanggaan kita. Dan melupakan
bahwa ia harus tetap berusaha.
4. Kurang menghargai orang lain yang “berbeda”
Setiap anak itu unik dan berbeda. Sebenarnya hampir seluruh orang
tua mengetahuinya. Hanya saja dalam praktiknya, orangtua seolah masih
sulit menerima yang berbeda, salah satunya dengan merasa apa yang
dipilih anaknya jauh lebih baik daripada apa yang dipilih anak orang
lain.
Jika memamerkan anak ditujukan untuk memotivasi orang lain. Lakukan
hal tersebut diiringi tindakan nyata. Agar dapat menjadi solusi bagi
orang lain. Bukan justru menjadi luka hati bagi mereka. []
Sumber: Ummi Online.com dan islampos serta youtube.com

0 Response to "Hati-hati Terlampau Bangga Pada Anak, Ini Sebabnya"
Post a Comment