ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
![]() |
| Sulit Ajarkan Anak Cintai Masjid Sejak Dini? Begini Caranya |
SEPINYA masjid dari aktivitas anak dan remaja tidak pernah lepas
dari kesalahan orangtua. Tidak usahlah kita mencaci maki kemajuam zaman
dan menentang hiburan malam. Merana melihat anak kita lebih asyik
dengan kegiatannya dan melupakan masjid. Mari kita ambil bagian!
Sebagai seorang ayah yang telah dikaruniai satu putri dan satu
putra, saya dan istri mulai memperkenalkan anak-anak dengan masjid sejak
mereka kecil. Setiap shalat Maghrib dan Isya mereka kami bawa ikut
shalat berjamaah.
Terkadang
saat shalat Subuh, si sulung yang berusia 4 tahun saya gendong dalam
keadaan mengantuk. Meskipun awalnya hanya pindah tempat tidur saja,
lama-kelamaan mulai ikut shalat. Begitu pula si bungsu, umur dua tahun
sudah kami ajak untuk berjamaah shalat Subuh.
Tidak hanya itu, setiap kami melakukan perjalanan, baik jauh maupun
dekat, setiap adzan berkumandang dan waktu shalat telah tiba, hal yang
pertama kami lakukan adalah mencari masjid. Di sana kami shalat
berjamaah, istirahat, dan ngobrol santai antara anggota keluarga.
Pernah suatu hari saat suasana mendung, karena hanya menggunakan
kendaraan bermotor, istri menawarkan untuk shalat di rumah saja.
Sementara itu, adzan yang tidak begitu jauh terdengar memanggil-manggil
dengan lembut.
“Tidak,”
tegas saya. “Kita mampir shalat, Bu. Saya ingin anak-anak kita
mencintai ibadah. Mencintai masjid sejak kecil. Kelak saat mereka
dewasa, bekerja, dan bergelut dengan ingar-bingar dunia, melihat
megahnya gedung pencakar langit dan indahnya kota-kota dunia, mereka
tidak lupa dengan rumah ini. Baitullah. Masjid. Kita mampir!”
Dalam proses pembiasaan ini, kepada anak-anak tentunya kami lebih
mendahulukan dialog. “Ayo ke masjid semua ya! Allah akan cinta kepada
orang yang sering mendatangi rumah-Nya,” bujuk saya. Terkadang mereka
menolak dengan alasan-alasan tertentu. Namun, jika ayah dan ibunya
kompak maka anak-anak ikut saja.
Saat ajakan shalat itu dijawab dengan antusias oleh anak-anak,
rasanya adem dan damai sekali, “Abi tunggu, Raisa wudhu dulu.” Si bungsu
tidak mau kalah, “Jiddy ikut Abi..,” sahutnya. Dengan menggendong si
bungsu, dan menuntun si sulung,diikuti istri di belakang, sungguh
kenikmatan surga itu sudah terasa.
Sayangnya, sebagian masjid kita tidak ramah pada anak. Pernah suatu
hari kami singgah di sebuah masjid terminal, menjelang subuh dalam
perjalanan menuju Makassar. Di dalam masjid sudah ada seorang ibu paruh
baya duduk berzikir.
Raut wajahnya berubah tidak senang melihat istri membawa anak-anak
memasuki tempat shalat wanita. Bahkan, saat anak-anak mulai bermain,
dengan suara dan telunjuknya ia mengusir anak-anak keluar masjid. Pernah
juga istri berkeluh kesah tentang sikap beberapa jamaah ibu-ibu yang
tidak mau menyapa dan bermuka cuek saat istri membawa anak-anak ke
masjid.
Mari jadikan masjid kita ramah pada anak-anak. Bukankah Rasulullah
sangat lembut memperlakukan cucu-cucunya yang bermain dan menaiki
punggung beliau ketika shalat berjamaah? Bahkan beliau memperpanjang
sujudnya sampai cucu-cucunya turun dari punggungnya yang mulia. []
Sumber: Ummi
Gambar : kaosadik.com

0 Response to "Sulit Ajarkan Anak Cintai Masjid Sejak Dini? Begini Caranya."
Post a Comment